KTP dan KK Gratis pada 2011


JEPARA - Pada 2011, direncanakan akan diberlakukannya pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) gratis. Saat ini masyarakat masih harus membayar untuk pembuatan dua kartu identitas diri tersebut.

Pembuatan KK dan KTP di Jepara saat ini masih dikenai biaya. Yaitu untuk KTP Rp 6 ribu, sedangkan KK sebesar Rp 3 ribu. Biaya tersebut digunakan untuk biaya pengganti cetak KTP dan KK.

Penarikan biaya tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Kabuapetan Jepara Nomor 12 Tahun 1999 tentang Retribusi Penarikan Biaya Cetak. ''Kami saat ini masih mengacu pada peraturan daerah tersebut. Sehingga kami belum bisa menggratiskan. Kami rencanakan pada 2011, KTP dan KK bisa gratis,'' jelas Kabid Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Suwanto, saat ditemui Radar Kudus, kemarin (5/2).

Dengan pemberlakuan KK dan KTP gratis pada 2011, diharapkan kesadaran membuat KTP dan KK masyarakat semakin meningkat. Hal tersebut karena pada 2011, pembuatan KTP dan KK dengan model Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sudah bisa diberlakukan pada semua kecamatan di Jepara.

''Pada 2009, kecamatan yang sudah memberlakukan pembuatan jaringan SIAK baru sembilan kecamatan. Yaitu Jepara, Mlonggo, Bangsri, Kembang, Keling, Tahunan, Pecangaan, dan Kaliyamatan,'' paparnya.

Sedangkan pada 2010 akan dibangun kembali fasilitas penunjang SIAK di sembilan kecamatan sisanya. Yaitu di Batealit, Donorojo, Kedung, Karimunjawa, Welahan, Mayong, Nalumsari, dan Pakisaji.

''Harapan kami pada akhir 2010, SIAK sudah terpasang di seluruh kecamatan di Jepara. Pengoperasian SIAK tersebut juga bagian usaha kami untuk mampu menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 bahwa pemerintah berkewajiban memberikan NIK nasional paling lambat 2011,'' bebernya.

Suwanto menambahkan bahwa dengan diberlakukannya SIAK di Jepara, database untuk penduduk akan bisa valid. Selain itu, tidak adanya KTP atau KK ganda yang dimiliki masyarakat Jepara.

''Selain sistem SIAK yang akan dioperasikan di seluruh kecamatan, ada rencana kami akan menerapkan sistem jemput bola ke masyarakat. Sehingga pelayanan KTP dan KK semakin dekat dengan masyarakat,'' imbuhnya. (cw2/mer)

Sumber : Jawapos,07.02.10
....Continue Reading

Mengenal Lebih Dekat Generasi Ketiga Pembuat Macan Kurung Jepara



Berharap Ada Generasi Baru yang Berminat Buat Patung

Patung Macan Kurung asli buatan Jepara sampai saat ini masih banyak diminati kalangan masyarakat. Baik orang Jepara maupun luar Jepara. Bahkan macan kurung tersebut menjadi kebanggan Pemkab Jepara dengan dijadikan simbol batas wilayah antara Kabupaten Kudus dan Jepara. Atau hanya dijadikan souvenir setiap tamu kenegaraan atau pemerintah daerah yang berkunjung ke Jepara. Namun tahukah kita, bahwa pembuat Macan Kurung saat ini hanya tinggal dua orang?

--------------------------------------

Ketika Radar Kudus berkunjung ke Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, tampak sisi kanan dan kiri jalan masuk desa banyak pengrajin patung. Mulai dari patung yang berukuran kecil sampai besar.

Ketika kita masuk ke desa tersebut, hanya rasa kagum dan takjub yang akan kita rasakan. Pasalnya, mungkin batang kayu yang ada di sekitar kita yang tidak berguna, namun di desa tersebut bisa saja jadi nilai ekonomi tinggi.

Namun, hal yang mengagetkan adalah patung Macan Kurung yang berasal dari Desa Mulyoharjo sudah tidak tampak. Yang tampak hanya patung dewa-dewi umat Tionghoa, patung salib, dan patung yang banyak diminati masyarakat luas lainnya.

Kalaupun ada, hanya beberapa saja patung dengan bentuk Macan Kurung di sana. Itupun tidak pahatan satu pohon. Karena macan patung yang asli berasal dari batang satu pohon tanpa ada tambahan. Itulah khasnya!.

Jika perjalanan dari awal gerbang Desa Mulyoharjo kita teruskan kira-kira satu kilometer, maka kita akan menemukan sosok yang merupakan pribadi yang dekat dengan Macan Kurung. Sosoknya sudah renta, namun tetap bersemangat.

Dia adalah kakek Wardi. Dan Wardi ini adalah generasi ketiga pemahat patung Macan Kurung. Selain dirinya, pemahat patung Macan Kurung yang tersisa adalah menantunya.

''Di Jepara ini yang hanya bisa buat Macan Kurung asli (satu pohon penuh tanpa ada tempelan pohon lainnya, Red) adalah saya dan menantu saya. Jika ada Macan Kurung oleh orang lain, biasanya adalah hasil rangkaian beberapa kayu, bukan satu kayu,'' bebernya.

Namun saat ini, Wardi sudah sekitar satu tahun tidak membuat patung Macan Kurung. Hal tersebut diakibatkan usia dan tenaga yang dimiliki Wardi tidak kuat sebagaimana saat dirinya waktu muda.

''Saya sudah sakit-sakitan. Keinginan saya sih, tetap membuat patung Macan Kurung. Namun apa daya tidak kuat lagi,'' jelasnya.

Dirnya menceritakan, bahwa Macan Kurung diciptakan kakeknya yang bernama Singowiryo. Kemudian diwariskan pada bapaknya, Singosangiran. ''Saya mulai membuat Macan Kurung sekitar 1942. Saya berlatih dari bapak saya,'' ujarnya.

Macan Kurung, lanjut Wardi, mempunyai niali filosofi sendiri. Macan sebagai simbol orang yang mempunyai sifat jahat seperti keinginan mencuri. Oleh karenannya sifat tersebut kemudian diusahakan untuk dikurung.

Kesibukan Wardi saat ini diisi dengan menunggu rumah. Terakhir kali Wardi mendapat pesanan dari seorang pengusaha Jogjakarta. Pengusaha tersebut meminta dua patung Macan Kurung. Namun, Wardi hanya membuat satu patung.

''Saya sudah tidak kuat lagi. Terpaksa pengusaha tersebut hanya saya buatkan satu patung,'' paparnya sambil mengharapkan pematung Macan Kurung bisa bertambah terus sehingga mampu melestarikan tradisi khas Jepara itu. (cw2/mer)


Sumber : Jawapos,
....Continue Reading

Optimistis Raih Adipura

JEPARA - Pemkab Jepara optimistis jika pada 2010 ini, Kabupaten Jepara akan kembali mendapatkan Adipura. Jika memang benar, maka Jepara akan mendapatkan Adipura Kencana, karena sudah empat tahun terakhir meraih piala tersebut.

''Jika pada 2010 ini kita mendapatkan, maka Kabupaten jepara mendapatkan Adipura Kencana,'' jelas Kabag Humas Setda Jepara, Hadi Priyanto.

Untuk mendapatkan Adipura yang kelima kalinya itu, pemkab telah melakukan beberapa persiapan. Di antaranya adalah menambah ruang publik, perbaikan dan pembersihan drainase, pengelolaan sampah, dan beberapa persiapan lainnya.

''Melihat keadaan lingkungan kota, kami optimistis pada 2010 ini Kabupaten Jepara akan mendapatkan Adipura kembali,'' ujarnya.

Selain menambah beberapa fasilitas di beberapa sudut kota, lanjut Hadi, masyarakat saat ini juga disuruh untuk melakukan kebiasaan hidup bersih dan selalu menjaga keindahan lingkungan.

Kebersihan dan kerapian kota, ujar Hadi, tidak semata-mata untuk mendapatkan Adipura. Akan tetapi, agar Kabupaten Jepara terlihat rapi, bersih dan sehat.

''Jika sudah menjadi kebiasaan, maka masyarakat dan lingkungan Jepara akan tetap terjaga. Menciptakan budaya bersih dan sehat adalah misi Pemkab Jepara pada masyarakat,'' paparnya. (cw2/mer)


Sumber : Jawapos,
....Continue Reading

Industri Paling Banyak Curi Listrik!! Hayooo?


Curi Listrik Rugikan Ratusan Juta

JEPARA - Pencurian listrik yang dilakukan pelanggan di wilayah PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Bangsri sampai dengan akhir tahun 2009 lalu, tercatat mencapai 170 pelanggan. Ini mengakibatkan PLN rugi hingga ratusan juta.

Manajer PT PLN Persero UPJ Bangsri Sumadji mengatakan, pihaknya gemas dengan ulah para pelanggan di wilayahnya yang tak menyadari dampak dari pencurian listrik tersebut. ''Pelanggan maunya bayar murah, tapi caranya kalau dengan mencuri jelas pelanggaran,'' ujarnya kemarin (4/1).

Dari data yang ada di PT PLN Persero UPJ Bangsri, pencurian listrik yang dilakukan pelanggan sampai dengan Desember tahun lalu mencapai 170 pelanggan. Dengan jumlah KWH mencapai 674.739. Akibat adanya pencurian itu, PLN masih menaggung tagihan susulan yang belum dibayar pelanggan sebesar Rp 376,29 juta.

Sumadji menambahkan, pencurian listrik yang dilakukan pelanggan biasanya digunakan untuk keperluan industri. ''Dari sejumlah kasus yang sudah kita tindak, kebanyakan dari pencuri listrik itu digunakan untuk mebel. Banyak alat mebel yang mengunakan listrik curian,'' katanya.

Di samping untuk keperluan industri, PLN juga pernah menjumpai kasus pencurian yang digunakan untuk disalurkan kepada tetangga yang lain. Sementara tetangga yang menyalur dari listrik curian itu dikenai biaya bulanan. ''Itu malah sangat parah lagi,'' ujarnya.

Pencurian yang dilakukan pelanggan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Ada pencurian dengan model sadap langsung, misalnya dengan memutus aliran listrik dari kabel sebelum masuk ke KWH meter. Dengan modus ini, listrik curian tidak akan mempengaruhi putaran pada KWH meter.

Selain dengan modus di atas, ada juga pencurian dengan cara mengabnormalkan KWH meter. Cara ini biasanya dilakukan dengan menaruh benda-benda tertentu agar KWH meter tidak berputar secara normal. Cara lain yang juga pernah ditemukan adalah dengan merubah kabel ground yang juga memengaruhi KWH meter.

''Cara-cara yang dipakai para pencuri listrik ini banyak sekali. Semuanya sudah pernah saya temukan di lapangan. Saya heran kok, bisa-bisanya melakukan hal itu,'' kata Sumadji.

Menurutnya, PLN akan menindak tegas bagi pelanggan yang ketahuan melakukan pencurian. Sanksi bagi pencuri bisa di klasifikasikan dalam tiga kategori, tergantung besar kecilnya pelanggaran.

''Sanksi yang pasti akan dilakukan PLN adalah menghitung kerugian tagihan yang dibebankan pada pencuri. Dan selama tagihan belum terbayar, PLN akan memutus sementara listrik pelanggan. Sementara bagi pelanggan yang telah tercatat melakukan pencurian dan belum melunasi tagihan susulan, rumah yang bersangkutan tidak akan bisa didaftarkan sebagai pelanggan PLN baru,'' tegasnya. (mg5/mer)

Sumber : Jawapos,06.02.10
....Continue Reading

Ketika Transmigran Kota Ukir Banyak yang Berhasil



Daerah Tujun Minta Ditambah Jumlahnya

JEPARA - Kesuksesan ternyata tidak hanya diperoleh ketika seseorang berdiam diri di tempat aslinya. Tetapi, banyak contoh bagaimana transmigran asal Kabupaten Jepara berhasil di tanah perantauannya.

Kasi Pendataan dan Penyiapan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) Kabupaten Jepara Sri Widodo, mengatakan bahwa banyak transmigran asal Jepara yang terbukti sukses.

''Ini yang kemudian membuat pemerintah daerah tujuan transmigrasi banyak yang mengusulkan agar kepala keluarga (KK) transmigran asal Jepara ditambah,'' ujarnya.

Menurut Widodo, banyaknya permintaan KK transmigran asal Jepara, dimungkinkan akibat banyaknya sumber daya manusia (SDM) masyarakat Jepara itu sendiri. ''Banyak yang mempunyai ketrampilan seperti mengukir, tukang kayu, dan berbagai ketrampilan lainnya. Ini salah satu pendorong sukses di sana,'' paparnya.

Pada 2010 ini, daerah yang menjadi tujuan transmigrasi adalah desa Kandan, Kecamatan Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Dipilihnya Provinsi Kalteng karena daerah tersebut setelah ditinjau oleh Pemkab Jepara memang layak menjadi kota tujuan transmigrasi.

''Kami sudah melakukan perjanjian atau MoU antara daerah tujuan dan asal transmigrasi,'' kata Widodo.

Pada pemberangkatan transmigrasi pada 2010, Provinsi Jawa Tengah diberi kuota sekitar 45 kepala keluarga (KK). Sedangkan untuk kabupaten yang diberangkatkan sekitar 10-15 KK.

''Kami berusaha pada 2010 yang berangkat tidak hanya 10 KK. Minimal sama dengan 2009 yaitu 15 KK. Bahkan kalau bisa lebih dari itu,'' katanya.

Menurut Widodo, jika tiap tahunnya jumlah transmigrasi yang diberangkatkan 15 KK atau lebih, maka jumlah transmigran di Jepara akan cepat terkurangi. Pasalnya sampai pada 2009, jumlah daftar tunggu sekitar 145 KK.

Dalam pemberangkatan transmigrasi, lanjut widodo, akan mendapatkan beberapa fasilitas dari pemerintah daerah asal. Fasilitas tersebut di anataranya adalah pengawalan saat pemberangkatan sampai tibanya di tempat transmigrasi.

''Para transmigran juga akan mendapatkan uang tunjangan hidup. Tunjangan tersebut disesuikan dengan anggaran APBD. Pada 2009, pemkab menyediakan dana sekitar Rp 50 Juta dengan pemberangkatan 15 KK. Dengan masing-masing KK mendapatkan sekitar Rp 3,3 juta,'' jelasnya. (cw2/mer)
Sumber : Jawapos,06.02.10
....Continue Reading
 

Copyright © 2009 | ilovejepara | Designed by akunamasao
This blog proudly present to beloved city, JEPARA