Ketika Transmigran Kota Ukir Banyak yang Berhasil



Daerah Tujun Minta Ditambah Jumlahnya

JEPARA - Kesuksesan ternyata tidak hanya diperoleh ketika seseorang berdiam diri di tempat aslinya. Tetapi, banyak contoh bagaimana transmigran asal Kabupaten Jepara berhasil di tanah perantauannya.

Kasi Pendataan dan Penyiapan pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) Kabupaten Jepara Sri Widodo, mengatakan bahwa banyak transmigran asal Jepara yang terbukti sukses.

''Ini yang kemudian membuat pemerintah daerah tujuan transmigrasi banyak yang mengusulkan agar kepala keluarga (KK) transmigran asal Jepara ditambah,'' ujarnya.

Menurut Widodo, banyaknya permintaan KK transmigran asal Jepara, dimungkinkan akibat banyaknya sumber daya manusia (SDM) masyarakat Jepara itu sendiri. ''Banyak yang mempunyai ketrampilan seperti mengukir, tukang kayu, dan berbagai ketrampilan lainnya. Ini salah satu pendorong sukses di sana,'' paparnya.

Pada 2010 ini, daerah yang menjadi tujuan transmigrasi adalah desa Kandan, Kecamatan Kota Waringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Dipilihnya Provinsi Kalteng karena daerah tersebut setelah ditinjau oleh Pemkab Jepara memang layak menjadi kota tujuan transmigrasi.

''Kami sudah melakukan perjanjian atau MoU antara daerah tujuan dan asal transmigrasi,'' kata Widodo.

Pada pemberangkatan transmigrasi pada 2010, Provinsi Jawa Tengah diberi kuota sekitar 45 kepala keluarga (KK). Sedangkan untuk kabupaten yang diberangkatkan sekitar 10-15 KK.

''Kami berusaha pada 2010 yang berangkat tidak hanya 10 KK. Minimal sama dengan 2009 yaitu 15 KK. Bahkan kalau bisa lebih dari itu,'' katanya.

Menurut Widodo, jika tiap tahunnya jumlah transmigrasi yang diberangkatkan 15 KK atau lebih, maka jumlah transmigran di Jepara akan cepat terkurangi. Pasalnya sampai pada 2009, jumlah daftar tunggu sekitar 145 KK.

Dalam pemberangkatan transmigrasi, lanjut widodo, akan mendapatkan beberapa fasilitas dari pemerintah daerah asal. Fasilitas tersebut di anataranya adalah pengawalan saat pemberangkatan sampai tibanya di tempat transmigrasi.

''Para transmigran juga akan mendapatkan uang tunjangan hidup. Tunjangan tersebut disesuikan dengan anggaran APBD. Pada 2009, pemkab menyediakan dana sekitar Rp 50 Juta dengan pemberangkatan 15 KK. Dengan masing-masing KK mendapatkan sekitar Rp 3,3 juta,'' jelasnya. (cw2/mer)
Sumber : Jawapos,06.02.10
 

Copyright © 2009 | ilovejepara | Designed by akunamasao
This blog proudly present to beloved city, JEPARA